Selasa, 24 Juni 2014

Brand Analysis Untuk Mengukur Kekuatan Merek

Menyambung artikel di rubrik ini minggu lalu, saya akan mencoba menguraikan beberapa tahapan dalam merancang aktivitas branding. Sebagai langkah awal dalam merancang strategi branding yang baik, sebaiknya mulailah dengan menganalisa merek Anda. Mungkin dalam benak Anda muncul pertanyaan ‘lha terus apa yang mau di analisa kalau brand saja saya belum punya?’.  Begini, ada dua kasus yang akan saya coba paparkan disini, yang pertama adalah branding dari awal yaitu merancang segala sesuatunya dari nol dan yang kedua adalah rebranding yaitu brandnya sudah ada tinggal kita upayakan supaya semakin kuat.

Untuk branding dari awal sebaiknya kita mulai dengan pemahaman yang jelas tentang bisnis dan tujuan strategis merek, diikuti dengan mengidentifikasi ruang lingkup dan beberapa aspek yang bersentuhan dengan merek (target market, competitor, mitra kerja, investor) tujuannya untuk memperoleh dan menganalisis semua informasi penting dan relevan tentang bisnis, merek dan konsumen. Sehingga nantinya segala atribut yang menempel pada brand tersebut akan relevan dengan tujuan bisnis dan tentunya berbeda dengan atribut competitor.

Lain halnya untuk aktivitas rebranding. Rebranding biasa dilakukan ketika sebuah brand mulai meredup, ditinggalkan pelanggan karena banyaknya competitor ataupun permasalahan lainnya. Langkah awal untuk rebranding sebaiknya dimulai dengan pengukuran brand equity atau ekuitas merek, hal ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kekuatan merek Anda melekat dibenak target market. Metode yang dipakai adalah melalui riset pengukuran merek. Ada beberapa elemen brand yang harus diukur untuk mengetahui kekuatan brand equity yaitu brand awareness (kesadaran mengingat sebuah merek), brand association (asosiasi yang melekat pada merek), perceived quality (persepsi kualitas) dan brand loyalty (loyalitas pada merek). Keempat elemen brand tersebut sangat menentukan sekuat apa ekuitas merek Anda, sehingga nanti strategi merek yang dirancang akan mengacu berdasarkan pada hasil pengukuran ekuitas merek tersebut.

Salam

KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo