Sejenak apabila kita perhatikan, mungkin sebagian besar pelaku
bisnis ataupun pemilik merek di Indonesia belum sepenuhnya atau malah justru tidak
menganggap penting konsep brand
positioning. Bagi mereka yang penting bisnis jalan dulu, nanti bisa dilihat
sambil berjalan. Dalam konteks branding,
sebaiknya strategi positioning merek
ditentukan didetik awal memulai bisnis. Jangan sampai persepsi yang muncul
dibenak pelanggan nantinya berbeda dengan persepsi yang sebenarnya hendak kita ciptakan.
Karena ketika persepsi yang muncul salah atau berbeda, tentu akan membutuhkan
waktu, energi dan biaya yang lebih untuk membenarkan. Meskipun dalam beberapa
kasus tertentu perumusan brand
repositioning dapat menjadi salah satu solusi. Tetapi penentuan positioning merek diawal akan
mempermudah merek kita memisahkan diri dari merek pesaing dan men-drive merek kita untuk berjalan sesuai brand road map yang telah ditentukan. Inilah
mengapa pakar-pakar pemasaran selalu menganggap bahwa brand positioning merupakan satu hal yang krusial dalam branding.
Lalu mengapa brand positioning
disebut sebagai janji merek? Ketika Lifebuoy mengikrarkan diri sebagai “sabun
kesehatan”, maka sesungguhnya ia sedang berjanji kepada pelanggannya bahwa
Lifebuoy adalah benar-benar sabun kesehatan yang mampu membersihkan segala
kuman yang menempel pada kulit tubuh kita. Lalu Extrajoss dengan “biangnya
minuman berenergi” seolah berjanji kepada pelanggannya apabila mereka merasa
staminanya menurun dan membutuhkan tambahan energi maka Extrajoss dengan segala
kandungan didalamnya akan mengembalikan kebugaran dan energi yang dibutuhkan
untuk beraktifitas kembali. Kemudian ada
Teh Sosro dengan “ahlinya teh”, Honda dengan “rajanya motor bebek”, Vegeta
dengan “minuman berserat” dan sabun Lux dengan “sabun kecantikan para bintang”
ini semua merupakan perumusan positioning
sebagai janji merek kepada pelanggannya.
Dalam menentukan brand
positioning tidak boleh asal-asalan, kita berjanji terlalu muluk-muluk
tetapi konten produk dan merek kita tidak dapat memenuhi apa yang kita
janjikan. Jangan sampai seperti para politikus yang mengumbar janji tetapi
tidak dapat memenuhi ekspektasi rakyatnya, ini berbahaya karena akan menjadi
blunder dan berakibat fatal, yaitu hilangnya kepercayaan pelanggan kepada merek
Anda. Sekali lagi, tentukan brand positioning
didetik awal Anda memulai bisnis, pertama untuk mempermudah kita memisahkan
diri dari merek pesaing dan yang kedua men-drive
merek kita untuk menciptakan persepsi pelanggan tepat seperti yang kita
harapkan.
Salam
KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo
KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo


