Ya itulah sedikit cerita
tentang keripik pedas dari tanah Parahyangan yang tentunya masih segar
diingatan kita, Maicih. Saya mengambil contoh keripik Maicih sebagai merek
produk UKM dengan value yang cerdas, kenapa? Karena brand ini mampu melihat
segmen pasar penggila rasa pedas dengan membuat tingkat kepedasan dari mulai
level 1 sampai 10 pada produknya. Hal ini yang dieksplorasi si pemilik produk
untuk menjadikan Maicih memiliki tingkat kepedasan dari level 1 sampai 10.
Sehingga kita sebagai konsumen akan merasa penasaran untuk mencoba rasa pedas
dari level 1 sampai seterusnya. Inilah yang disebut brand value, keripik
singkong rasa pedas yang mampu menciptakan brand
experience bagi penikmatnya. Ibarat
main game, bagi mereka yang sudah sampai level 10 akan merasa bangga mampu
menyelesaikan ‘permainan pedas’ keripik Maicih.
Itulah brand value, untuk
menjadi strong brand harus memiliki value yang unik dan terdeferensiasi dengan
jelas dibandingkan para pesaing. Karena value merupakan esensi dari sebuah
merek untuk memisahkan diri dari kerumunan produk sejenis. Meskipun pada kasus
Maicih ini akhirnya banyak produk keripik pedas yang mengekor Maicih dengan
merek-merek yang lain dan terkesan mirip. Disitulah letak tantangan dalam dunia
bisnis, selalu ada yang namanya pengekor atau pengikut, tinggal bagaimana kita
selalu dituntut kreatif menciptakan value-value yang baru yang akhirnya membuat
pengikut kita merasa capek mengikuti inovasi brand kita.
Salam
KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo
KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo


