Selasa, 24 Juni 2014

Menciptakan Brand Value Sebagai Esensi Sebuah Merek

Malam itu sekitar pukul 19.00 wib ketika saya sedang perjalanan pulang dari kantor yang jaraknya sekitar 10 km dari rumah, saya mendapati telepon genggam saya berdering beberapa kali tapi karena saya sedang mengendarai sepeda motor maka bunyi telepon saya acuhkan. Selang beberapa detik kemudian bunyi nada sms menyusul, saya berhenti sejenak untuk membuka sms. Dilayar hp muncul nama si pengirim, ternyata keponakan saya isi pesannya ‘om tlng aq beliin Maicih lvl 3 dan 5 ya, skrg ada ddpan Srwdri, jgn lp ya om’. Saya balas dengan singkat ‘ok’ lalu saya meluncur ke Sriwedari.

Ya itulah sedikit cerita tentang keripik pedas dari tanah Parahyangan yang tentunya masih segar diingatan kita, Maicih. Saya mengambil contoh keripik Maicih sebagai merek produk UKM dengan value yang cerdas, kenapa? Karena brand ini mampu melihat segmen pasar penggila rasa pedas dengan membuat tingkat kepedasan dari mulai level 1 sampai 10 pada produknya. Hal ini yang dieksplorasi si pemilik produk untuk menjadikan Maicih memiliki tingkat kepedasan dari level 1 sampai 10. Sehingga kita sebagai konsumen akan merasa penasaran untuk mencoba rasa pedas dari level 1 sampai seterusnya. Inilah yang disebut brand value, keripik singkong rasa pedas yang mampu menciptakan brand experience bagi penikmatnya.  Ibarat main game, bagi mereka yang sudah sampai level 10 akan merasa bangga mampu menyelesaikan ‘permainan pedas’ keripik Maicih.

Itulah brand value, untuk menjadi strong brand harus memiliki value yang unik dan terdeferensiasi dengan jelas dibandingkan para pesaing. Karena value merupakan esensi dari sebuah merek untuk memisahkan diri dari kerumunan produk sejenis. Meskipun pada kasus Maicih ini akhirnya banyak produk keripik pedas yang mengekor Maicih dengan merek-merek yang lain dan terkesan mirip. Disitulah letak tantangan dalam dunia bisnis, selalu ada yang namanya pengekor atau pengikut, tinggal bagaimana kita selalu dituntut kreatif menciptakan value-value yang baru yang akhirnya membuat pengikut kita merasa capek mengikuti inovasi brand kita.


Salam

KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo