Selasa, 24 Juni 2014

Merek Anda, Laki-laki atau Perempuan?

Masih ingatkah Anda dengan pesan “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda?”. Ya, itulah copy iklan salah satu produk toiletris yang cukup ngetop di era pertengahan tahun 90-an. Dan saya masih ingat betul ketika itu saya duduk di bangku kelas 1 SMU, bersama salah seorang teman bergegas berburu produk tersebut di salah satu mall terbesar di Solo, pada waktu itu.

Topik yg akan saya share pada artikel kali ini adalah pentingnya menciptakan sebuah kepribadian merek atau brand personality yang merepresentasikan merek Anda untuk memberikan kesan pertama yang menggoda bagi target market Anda. Lho, apa sih pentingnya menentukan brand personality? Bukankah ketika merek sudah memiliki value dengan diferensiasi yang jelas, memiliki identitas visual yang keren dan iklannya juga ciamik sudah cukup untuk menyerang pasar? Belum cukup. Semua bentuk identitas ataupun pesan, baik yang bersifat tangible (berwujud) maupun intangible (tak berwujud) harus mengacu pada kepribadian merek yang sudah ditentukan. David Ogilvy, pengarang buku klasik Confessions of an Advertising Man, mengutip begini : “Pelaku usaha yang mendedikasikan iklannya untuk membangun sebuah kepribadian yang paling tajam bagi mereknya akan mendapatkan pangsa pasar terbesar dengan tingkat keuntungan tertinggi”.

Sebagai contoh, rokok Marlboro menggunakan ikon koboi Amerika untuk merepresentasikan kepribadian seorang laki-laki yang macho. Dari dulu sabun Lux selalu memakai brand  ambassador wanita-wanita cantik mulai dari Nadya Hutagalung, Tamara Bleszynski, Luna Maya dan Dian Sastrowardoyo untuk menggambarkan pribadi merek yang cantik dan lembut. Dan itu tidak hanya di Indonesia, di India, Thailand dan Jepangpun sama seperti itu. Iklan minyak telon Konicare digambarkan dengan kepribadian penuh kasih sayang dan kehangatan seorang ibu terhadap bayinya yang baru saja dilahirkan.  Ini adalah pemilihan kepribadian merek yang tepat. Sebaliknya, bayangkan seandainya Tukul Arwana yang memiliki kepribadian humor, lucu dan konyol tiba-tiba dipilih menjadi ikon Gudang Garam yang menggambarkan laki-laki tangguh yang menyukai tantangan, tentunya hal ini adalah pilihan yang kurang tepat, karena kepribadian Tukul tidak bisa mewakili dan berbeda dengan kepribadian merek Gudang Garam. Dapat disimpukan bahwa brand personality atau kepribadian merek adalah segala sesuatu (karakter, sifat dan perilaku) yang menempel pada manusia diadopsi untuk dijadikan kepribadian pada sebuah merek. Dan menentukan kepribadian merek yang tepat merupakan satu hal yang krusial bagi kelangsungan merek Anda di masa mendatang.

Jadi, apakah merek Anda laki-laki, perempuan atau tidak dua-duanya? Apakah merek Anda muda, usia dewasa, tua atau untuk segala usia? Apakah merek Anda untuk kalangan atas atau bawah? Apakah merek Anda lokal, regional, nasional atau global? Pastikan kepribadian merek Anda ditentukan dengan jelas sebelum komunikasi merek dilakukan.   


Salam

KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo