Solo, sebuah kota yang
amat dikenal karena tradisi budayanya yang kuat semakin hari gaungnya semakin terasa
membahana, bagaikan seorang artis yang sedang naik daun dan kebanjiran job. Program
city branding yang digulirkan
pemerintah kota sepertinya memiliki dampak yang cukup signifikan jika dilihat
dari aspek investasi. Banyaknya pelaku usaha yang menanamkan modal dan
melakukan invasi ke kota ini merupakan bukti riil yang tak terbantahkan.
Berbagai produk dengan brand-brand baru
yang sebelumnya tidak ada di Solo kini mulai terlihat akrab menyapa mata dan
telinga kita. Sebut saja Solo Paragon, Superindo, Tony Jack, Ace Hardware sampai dengan yang paling spektakuler dan
ditunggu-tunggu yaitu rencana Trans Studio untuk mengembangkan sayapnya di kota
Solo. Ini adalah sebuah fenomena kemajuan yang mau tidak mau dan siap tidak
siap harus kita hadapi bersama. Lalu bagaimana nasib dan sejauh mana kesiapan brand-brand lokal untuk menerima dan
menjawab serbuan dari brand-brand
besar tersebut? Hanya ada satu jawaban, Strategi Branding.
Ya, akhir-akhir ini kita
begitu fasih melafalkan dan sering mendengar kata yang satu ini, branding. Di kalangan masyarakat kita, istilah branding sendiri masih memiliki banyak pemaknaan dan
interpretasi. Branding terkesan seperti fenomena sebuah gunung, yang terlihat dan
diketahui banyak orang hanya bagian puncaknya saja, sedangkan dibagian bawah
yang merupakan kerangka brand yang
sebenarnya, tidak terlihat sama sekali. Hal inilah yang perlu kita pahami
bersama bahwa branding tidak hanya
bermain di tataran tertinggi atau terluar saja, tetapi jauh lebih kedalam. Branding adalah proses keseluruhan yang
dilakukan sebuah brand untuk mendapat
kepercayaan publik (konsumen, mitra, investor dsb). Jadi sebuah produk atau
perusahaan belum bisa dianggap melakukan branding
hanya karena desain logo atau kemasannya saja. Branding harus dilihat secara holistik bukan perbagian. Dalam
merancang strategi branding yang baik
ada beberapa tahapan yang harus dilalui (yang akan saya uraikan satu persatu
dalam rubrik ini selanjutnya), sehingga nantinya implementasi merek dapat
berjalan di jalur yang telah ditentukan untuk mencapai satu tujuan yaitu dapat
diterima dan menancap kuat dibenak audiens.
Salam
KADARYATMO
Konsultan Brand & Branding di Solo


