Hal ini juga berlaku untuk corporate brand dan product brand. Jika brand seorang Chrisye diekspresikan sendiri oleh dirinya, maka untuk corporate brand atau product brand bisa melalui seluruh komponen yang ada didalam perusahaan (direktur, supervisor, staff sampai dengan dengan aktivitas komunikasi visualnya) atau kalau untuk product brand bisa melalui desain packaging ataupun oleh tenaga penjualnya. Misalnya saya ambil contoh Bank BRI Syariah, dari mulai masuk area parkir kita sudah disambut senyum ramah security sambil mengucapkan salam dan menanyakan keperluannya. Sampai di customer service counter atau teller counter-pun kita akan mendapati hal yang sama. Dan setelah kita selesai bertransaksi dan meninggalkan bank, mereka tak lupa mengucapkan terimakasih dan salam dengan penuh keramahan. Ini yang disebut singular brand expression, seluruh elemen brand bersuara dan berperilaku tunggal. Setiap individu dari mereka menjadi brand ambassador yang membawa nilai-nila Bank BRI Syariah. Untuk atribut-atribut visual di media apapun misalnya, BRI Syariah selalu konsisten menggunakan warna biru muda dan hijau muda untuk identitas korporatnya. Ini juga termasuk dalam singular brand expression.
Chrisye adalah sebuah brand dan Bank BRI juga sebuah brand, dalam setiap interaksi dengan khalayak yang luas sebuah brand wajib untuk bersuara dan berperilaku tunggal (singular) baik yang tangibles maupun intangibles. Hal ini untuk menjaga konsistensi sebuah brand dalam membangun image di benak audiensnya. Karena jika tidak bersuara dan berperilaku tunggal alias berbeda-beda dan tidak konsisten, maka akan menjadi sulit bagi sebuah brand mampu mendiferensiasikan dirinya dengan pesaing dan meraih satu tempat dibenak audiensnya.
Salam
Kadaryatmo
Konsultan Branding di Solo

